malam sempurna sudah datang................
aku mendongakkan kepala ke sekeliling bagian langit, yg agak gelap.
disatu sisinya, kulihat cahaya segaris, namun membentuk...........
hem..........,bulan, indah nian kupandang.......
bulan sepenggalah............, manis.
ah......, tiba2 saja aku teringat sesuatu.
"Hilal...."
ya...........hilal....., saat akhir Ramdhan kemarin, hilal begitu heboh dibicarakan, bahkan diperdebatkan.......... sana sini, berucap hilal..........
kemana sich hilal ?
ah............, hilal dicari2, tuch lagi dirumah kali. lagi tidur. dahiku terlipat tiga sekaligus, mendengar jawaban itu, namun lalu tertawa terbahak.
"Ah gak juga, Mbak. hilal ditempatku tuch lagi main sama anak2",celotehku sambil tertawa.
waduh, kemana sich hilal, dicari2 kok.
hilal...........,hilal.....................,kemarin saat akhir Ramadhan kamu seperti seorang yg begitu penting..........., bukan semabarang orang yg membicarakanmu. tapi mereka, yg mumpuni dlm bidang agama..........
betapa pentingya kamu, hilal...........
apa sich hilal itu, hemmmmmmmmmm (mencoba berpikir lbh dlm).
hilal, mungkin bisa aku artikan bulan yg paling awal, alias bulan sabit. ya seperti malam ini, tapi bulan sabit ini sudah lebar.
aku sendiri tak begitu mengerti hilal. mungkin bisa kukatakan dia bulan mati (bulan tanggal 1 hijriyah?itu kalo gak salah).hilal itu begitu penting, dan banyak orang perduli, manakala moment2 penting datang. ah tapi mungkin itu yg aku tau..........
karena mungkin sebenarnya, tiap akhir bulan ditentukan juga hilal itu oleh mereka yg tau......
wah bahkan dilakukan rukyatul hilal (walah apa lagi ini, aku tak tau,hehehehe).
yg jelas, aku tahunya kalender hijriyah itu sudah jadi, dan ditentukan kapan awal bulannya, terutama bulan Ramadhan, dan Idul fitri,hehehehe. eh ada satu lagi, Idul adha......,karena aku hanya fokus dibulan2 itu saja (ah dasar, aku tak tahu ilmunya)
dan yg aku tahu, hilal itu cucu pak kyai ditempatku, hahahaha.........
bulan setandan itu..............
aku duduk (jongkok), memandang bulan, yg membentuk sabit itu.........
cahayanya cerah...............
hem..............,suasana malam semakin hening.
tertidur sudah mereka penghuni2 rumah ini. mungkin tinggal aku saja, yg masih terjaga dari buaian malam.
bulan setandan itu, canti terlihat, elok terasa dlm kalbuku.
aku diam, mengagumi semua. mengagumi si Penciptanya, sang creator.
ah.........., kakiku yg terjulur maju, melipat setengah dikursi jati ini.
dan, tiba2 saja aku terisak. buliran2 bening mengalir begitu saja dari sela2 mataku.
aku tatap benar bulan itu, masih bersinar terang meski hanya satu lengkungan saja.
Subhanalloh begitu indahnya............
tapi.........., malam itu aku bukan menangis karena melihat indahnya ciptaanNya.
aku mengusap perlahan buliran2 bening ini. tak dingin, tak terasa hangat pula. atau kukatakan hambar. yaaaaaaa, seperti itu pula hatiku, perasaanku, jiwaku, dan mungkin segenap ragawiku.
tiba2 aku teringat, IKHLAS...................
aku kembali tersedu dalam hening malam itu.............
dan tak ada yg tahu.................
aku terdiam, memandang bulan sabit, dan menangis..............
aku teringat sesuatu..............
dalam hatiku, tiba2 saja seperti ada pemberontakan. kata hati yang ikhlas, dan tak mengikhlaskannya..............
ah..........., tangisku semakin menjadi. dan bulanpun menyaksikan itu, malampun menjadi saksi, pohon2 disekitarku melihat pasti apa yg terjadi dalam diriku. angin yg berhembus perlahan, seakan membisikkan sesuatu "oh............, kamu betapa teganya hatimu itu. betapa jiwamu itu msh rpuh untuk hal2 seperti itu, hanya untuk duniawi, yg kaupun telah diberi oleh mereka. kamu, betapa kikirnya jiwamu, betapa pelitnya hatimu, betapa tak punya terima kasihnya dirimu, hanya sekadar duniawi saja, kau tak memiliki keikhlasan".
oh............, aku tergugu dlm diam, aku semakin terisak dlm kesunyian malam ini, aku meraung tak henti dlm kecamuk perasaan dihati ini.............
Ya Alloh, Robbku..............
jujur, aku malu........., pada semuanya. pada bulan setandan itu yg tetap bersinar, meski manusia tak perduli pada dia, pada waktu ini yg selalu terabai oleh manusia, pada malam yg tak pernah berhenti dlm pergantian kehidupan ini.
aku malu..........., pada diriku sendiri.
begitu dengkinya aku, begitu pelitnya aku............
hanya karena duniawi saja, yg esokpun msh bisa dicari, aku msh juga tak rela, aku msh tetap tak ikhlas...............
Ya Alloh.............
aku malu................
ya..............., kedua tanganku tertelungkup diwajahku..........., deras sudah air mataku mengalir.
air mata ketidak ikhlasan..........., hanya karena hal kecil..........
ha............, benar2 aku belum memiliki keikhlasan............
batinku kembali bertanya "hanya karena uang senilai itu.........., lalu selama ini kau hidup siapa yg membekalinya?"
ah.........., tiba2 saja jantungku berdetak kencang, ya sesaat............
kenapa, kenapa dan kenapa aku blm ikhlas...............
aku masih saja teringat impian2ku................
tapi itu hanya sebatas impian..........
aku tersadar kemudian, dan seketika kuusap air mata ini..........
aku teringat banyak hal, dan bukan hanya keinginan2ku saja.........
tapi masa lalu, masa kemarin, mereka, semua tentang aku dan mereka..............
Ya Alloh...........,
begitu kikirnya aku, begitu pelitnya jiwaku untuk ikhlas..........
perlahan, jiwa ini seperti terbuka oleh sesuatu............Ikhlas....
ya.........
apa artinya duniawi ini, jika mereka tak bisa tertolong...........
apalah artinya uang yg tlh aku cari, jika hanya tertumpuk saja, tanpa guna
ada banyak orang diluar sana yg ikhlas, benar2 ikhlas menolong
tanpa pamrih
menolong dg materi yg lebih.....
Allohuakbar..........
ruhaniku yg bergejolak bak perang dahsyat tadi, kini pelan dan pasti tenang kembali....
batinku yg berdebur ombak kekikiran, sedikit demi sedikit reda...........
hatiku yg tadi panas laksana terbakar api kefakiran, kini kembali dingin.........
aku kembali melihat bulan sabit dilangit biru itu............
indah nian......., segaris melengkung tipis
elok..............
ah....., aku jadi teringat satu bagian dari wajah ini..........
orang jawa mengatakan alis yg bagus, ya itu "nanggal sepisan", ternyata benar juga.................
bulan sabit, yg indah..............
yg mengingatkan aku akan hal tersulit dari diri ini..........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar