asyik juga, ketik 10 jari. walah malah 11 jari alias cuma 2 ibu jari ini, wkwkwkwkwkwk.
ide2 ini mulai tertuang lewat tulisan2 yg beroutput dilayar monitor CRT didepanku persis.
bak melintasi jalan tol jalan bebas hambatan, semuanya begitu mudah keluar dari pikiranku begitu saja.
rentetan kalimat dari beberapa kata2 yg terus aku rangkaipun menjadi paragraf yg tak karuan isinya. dan katanya2pun masih begitu katrok, tapi tentu aku tetap PD aja meneruskan menulis. anggap saja sedang mengarang bebas, sebebas bebasnya, hahahahahaha (aku tertawa sendiri membacanya). anggap saja kebebasan berekspresi seutuhnya, mumpung ide lagi ada disini, hehehheehe. anggap saja sang pengarang yg lihai merangkai kata. anggap saja sang pujangga yg sedang membuat syair syahdu, wkwkwkwkwk. dan anggap saja sang novelis terkenal yg sedang mencurahkan pikirannya untuk membuat kata2 puitis,ahihihihi..........
syap.........., syap............., tok.........., hap................., tanganku terus mengetik dengan kecepatan yg super ( untuk seorang aku yg masih junior didunia komputer, hehehehe).
wah, tanpa sadar aku sudah merangkai banyak kata...........
dan tiba2 saja.................
syaaaaaaaaaaaaappppppppppppp, gelap, hitam semua. musik mati. monitor ini diam.
tat, tit, tut, mulai terdengar bersahut2an dlm kegelapan ini, seperti suara bayi yg menangis dlm ketakutannya. ah........, lama2 menakutkan juga suara UPS itu, yg kekurangan daya listrik.
mati lampu....................., aku terdiam sesaat. ponsel, aku nyalakan. lumayan bisa menerangi ruang ini.
bebeapa saat kemudian, terang kembali.........., asyik lampu menyala kembali.
dan............, haaaaaaaaap kembali gelap
wuaduuuuuuuuuuuuuuh, mati lagi. akupun terdiam kembali.
haaaaaaaaa, mana tulisan tadi belum aku save lagi. haaaaaaaaa, hilang dech semua ide2 tadi.........
ampuuuuuuuuuuuuuuun......
namun, aku mencoba sabar dengan menunggu suasana normal. lama juga, tak ada tanda2 hidup nich listrik. ah........, aku mulai agak kesal sendiri. diruang sendiri, gelap, mana pikiranku terus ngeblank, haaaaaaaaaaaaaaaaaa...., jian iki pie sich. kesal..........
perlahan, akupun keluar kamar. hem......., musti gimana nich padahal semangat mencurahkan pikiran sedang menggebu-gebu, hehehehehehe....., blm ngantuk pula. serba bingung jadinya.
gelap, benar2 gelap sekitar sini. tak ada cahaya. dan akupun hanya mengandalkan cahaya dari ponsel yg kupegang ini. berpikir untuk mencari lilin, ah ya aku ingat masih memiliki stok lilin, dan juga korek gas. dengan cahaya seadanya aku melangkah kekamarku.........., meraba2 meja. langsung aku dapati sililin itu, dan tentu koreknya.
cresh........., cresh........., dua kali aku nyalakan barulah api benar2 ada.
sebatang lilin yg sdh bengkok (tak apalah, yg penting nyala kan...), aku kuatkan berdirinya diteras depan kamar.
remang2, seperti dahulu kala didesaku sebelum listrik masuk. ya, kurang lebih seperti ini suasananya.
mataku perlahan2 mencari obyek lain dalam keremangan cahaya lilin ini. ah........, tak ada yg lain kecuali hitam, bayang2 tanaman didepan, bayang2 baju2 yg menggantung, bayang2 tembok disana, dan sumur yg kokh berada tepat didepanku.
mataku msh mencoba menelisik seberang dekat sumur ini. tak ada apa2, kecuali tembok yg membatasi kostku dan rumah sebelah, serta dedaunan sirih yg tumbuh subur dn lebat ditembok, merambat hingga hampir menutupi sebagian tembok itu.
hem............., gelap disana, aku jadi teringat mitos2 dulu teman sekost, ada penghuninya.
ha.............., tapi aku tak merasa takut sedikitpun. tak ada rasa khawatir sedikitpun.
yg ada dlm pikiranku justru ingatan entah kemana. ingatan ttg kehidupan ini yg tak abadi.
dan...................., ah............ ada2 saja pikiranku ini.
pelan, dan perlahan bersama helaan nafasku otakku begitu keruh. keruh oleh macam2 ingatan.
bukan keruh oleh pikiran2 yg tak senonoh, tapi keruh campur aduk pikiran2 ini. kesadaran, kesedihan, penyesalan, kepastian, dan entah apa lagi membaur menjadi satu dalam diriku dan diproses oleh otakku, sehingga pikiranku berjalan agak cepat, mengingat2 apa yg sudah terjadi...
ingatanku ini, membentuk sekelebat bayangan dlm kedipan mataku ini, membuat hatiku berdesir........., bayangan entah apa.
aku terdiam, benar2 diam, khidmat oleh suasana nan sepi dan gelap ini. ya........., hidup ini tak abadi, semua akan kembali ke Robbnya........
dan sesaat kemudian, aku tercenung, termenung dlm gelapnya satu sisi bumi ini........
dan dlm termenungku itu, aku seakan baru menyadari, dan merasakan kehilangan.
ya........, aku telah kehilangan. kehilangan sesuatu yg begitu istimewa dlm kehidupanku. aku benar2 merasakannya kala itu.
ternyata telah lama, aku tak melihat sosoknya dlm nyata dunia ini. ternyata, telah lama pula aku tak mendengar suaranya lewat kupingku ini.........., Subhanalloh, Maha Suci Engkau Ya Alloh Tuhanku........, yang telah menciptakan makhluk2 dan memberi akal.......
Ya Alloh Ya Kariim.........., aku menyadarinya betul.......
apakah aku telah kehilangan dia ?
ingatankupun kembali melayang jauh entah kemana, kemasa lalu.........
masih jelas dipelupuk mataku ini, wajahnya yg sayu...........
masih lekat dlm ingatanku, apa2 yg sering diucapkan beliau......
masih segar dlm otakku, sosoknya yg begitu tertutup, berjiwa kuat, pantang menyerah, berjiwa satria....
Ya Robbku, aku benar2 ingat beliau.........
Ya Allloh, aku benar2 menghayati kesadaranku pada dia....
dia adalah sosok penuh pengorbanan dlm hidupku
Allohuakbar, Maha Besar Engkau Ya Alloh, dengan kebesaranMu telah Kau cipatakan makhluk sebaik dia......
ah........, aku menghela nafas panjang dlm gelap ini.
tak terasa, ada yg mengganjal dipinggiran dan pojokkan mataku ini.
sesaat kemudian, mengalir, dan tanganku reflek mengusapnya begitu saja.
sejurus kemudian, aliran dari pinggir dan pojokkan mataku deras adanya...........
jari2kupun sibuk mengusapnya agar tak membanjiri bajuku, namun alirannya yg tak bisa dibendung hanya dengan 10 jari membuat deras terus mengalir, hingga bajukupun basah. aku sesenggukan sendirian diruang dan waktu itu.
"Kullunafsin dzaa iqotul maut......."
tiap2 yg bernyawa, pasti akan merasakan mati........
ya.........., ayat suci itu benar2 tersemat dihatiku....
tak ada yg pernah tahu, kapan mati itu akan menjemput, tak ada yg tahu nyawa itu akan berpisah dengan raga....
aku masih saja terdiam dlm gelap malam ini, dalam keremangan cahaya lilinku.......
mataku masih saja menerawang kegelapan didepan sana..........
ah..........., ternyata telah lama......, ya telah lama aku tak berjumpa denganmu "Ibu......."
sekeping bintang, berkerlip.........., menumbuhkan rasa dlm hatiku "Rindu........"
segumpal awan melintas diatas sang lazuardy yg biru membahana, menciptakan rasa "Kangen" dlm diri ini.
ya.........., aku merasakan sangat rindu dlm diam ini, aku merasakan sangat kangen dlm gelap dan remang ini.
Ibu.............
Tuhan telah mengambil kamu kembali padaNya...........
tak pernah sirna dlm ingatanku akan cintamu, dengan menyertaiku kemanapun dulu aku pergi.....
tak pernah pudar dipelupuk mataku ini, tat kala kau ucapkan syahadat itu..........
Ya Alloh ayat2Mu adalah benar dan tak ada keraguan lagi...........
mataku perlahan kututup, dan sesaat kemudian kubuka kembali..........
gelap itu tak begitu terasa, ya benar2 tak terasa. langit seakan memberi terangnya, menebar cahaya meski tak seterang lampu listrik ini.
aku menatap langit luar sana, terang...........
dan air mataku telah kering................., akupun mencoba menenangkan diri.
perlahan......, kakiku melangkah masuk kamar, lilinpun kumatikan.
hitam pekat kembali menutup mata.
dan mata kupejamkan perlahan. kubuka kembali, tak gelap........, aku sudah bisa melihat sekitar meski hanya remang2 tapi bagiku itu sudah jelas......
ah........., malam semakin larut. aku mulai pejamkan benar2 mata ini, meski pikiranku sungguh tak ingin diam....
tapi pelan dan perlahan, tubuhku mulai menggelayang.........., pikiranku ringan entah kemana.
duniakupun mulai berganti........
mataku terpejam, pikiranku melayang menuju dunia lain, yg masih samar, membawa ingatan2ku tadi, membawa serta rasa dihatiku...
matakupun terpejam, membenamkan segala gundah ini, menerbangkan asa2 ini bersama angin malam.
aku selalu mencintaimu.........dlm bentuk apapun.
aku selamanya menyayangi dirimu..............., menjadi siapapun kamu.
dan aku telah sadar serta ikhlas atas dirimu, serta takdir kita............
Ibu, aku mencintaimu selamanya.......
Tuhan sampaikanlah padanya yg tlh kembali padaMu........
namun, aku mencoba sabar dengan menunggu suasana normal. lama juga, tak ada tanda2 hidup nich listrik. ah........, aku mulai agak kesal sendiri. diruang sendiri, gelap, mana pikiranku terus ngeblank, haaaaaaaaaaaaaaaaaa...., jian iki pie sich. kesal..........
perlahan, akupun keluar kamar. hem......., musti gimana nich padahal semangat mencurahkan pikiran sedang menggebu-gebu, hehehehehehe....., blm ngantuk pula. serba bingung jadinya.
gelap, benar2 gelap sekitar sini. tak ada cahaya. dan akupun hanya mengandalkan cahaya dari ponsel yg kupegang ini. berpikir untuk mencari lilin, ah ya aku ingat masih memiliki stok lilin, dan juga korek gas. dengan cahaya seadanya aku melangkah kekamarku.........., meraba2 meja. langsung aku dapati sililin itu, dan tentu koreknya.
cresh........., cresh........., dua kali aku nyalakan barulah api benar2 ada.
sebatang lilin yg sdh bengkok (tak apalah, yg penting nyala kan...), aku kuatkan berdirinya diteras depan kamar.
remang2, seperti dahulu kala didesaku sebelum listrik masuk. ya, kurang lebih seperti ini suasananya.
mataku perlahan2 mencari obyek lain dalam keremangan cahaya lilin ini. ah........, tak ada yg lain kecuali hitam, bayang2 tanaman didepan, bayang2 baju2 yg menggantung, bayang2 tembok disana, dan sumur yg kokh berada tepat didepanku.
mataku msh mencoba menelisik seberang dekat sumur ini. tak ada apa2, kecuali tembok yg membatasi kostku dan rumah sebelah, serta dedaunan sirih yg tumbuh subur dn lebat ditembok, merambat hingga hampir menutupi sebagian tembok itu.
hem............., gelap disana, aku jadi teringat mitos2 dulu teman sekost, ada penghuninya.
ha.............., tapi aku tak merasa takut sedikitpun. tak ada rasa khawatir sedikitpun.
yg ada dlm pikiranku justru ingatan entah kemana. ingatan ttg kehidupan ini yg tak abadi.
dan...................., ah............ ada2 saja pikiranku ini.
pelan, dan perlahan bersama helaan nafasku otakku begitu keruh. keruh oleh macam2 ingatan.
bukan keruh oleh pikiran2 yg tak senonoh, tapi keruh campur aduk pikiran2 ini. kesadaran, kesedihan, penyesalan, kepastian, dan entah apa lagi membaur menjadi satu dalam diriku dan diproses oleh otakku, sehingga pikiranku berjalan agak cepat, mengingat2 apa yg sudah terjadi...
ingatanku ini, membentuk sekelebat bayangan dlm kedipan mataku ini, membuat hatiku berdesir........., bayangan entah apa.
aku terdiam, benar2 diam, khidmat oleh suasana nan sepi dan gelap ini. ya........., hidup ini tak abadi, semua akan kembali ke Robbnya........
dan sesaat kemudian, aku tercenung, termenung dlm gelapnya satu sisi bumi ini........
dan dlm termenungku itu, aku seakan baru menyadari, dan merasakan kehilangan.
ya........, aku telah kehilangan. kehilangan sesuatu yg begitu istimewa dlm kehidupanku. aku benar2 merasakannya kala itu.
ternyata telah lama, aku tak melihat sosoknya dlm nyata dunia ini. ternyata, telah lama pula aku tak mendengar suaranya lewat kupingku ini.........., Subhanalloh, Maha Suci Engkau Ya Alloh Tuhanku........, yang telah menciptakan makhluk2 dan memberi akal.......
Ya Alloh Ya Kariim.........., aku menyadarinya betul.......
apakah aku telah kehilangan dia ?
ingatankupun kembali melayang jauh entah kemana, kemasa lalu.........
masih jelas dipelupuk mataku ini, wajahnya yg sayu...........
masih lekat dlm ingatanku, apa2 yg sering diucapkan beliau......
masih segar dlm otakku, sosoknya yg begitu tertutup, berjiwa kuat, pantang menyerah, berjiwa satria....
Ya Robbku, aku benar2 ingat beliau.........
Ya Allloh, aku benar2 menghayati kesadaranku pada dia....
dia adalah sosok penuh pengorbanan dlm hidupku
Allohuakbar, Maha Besar Engkau Ya Alloh, dengan kebesaranMu telah Kau cipatakan makhluk sebaik dia......
ah........, aku menghela nafas panjang dlm gelap ini.
tak terasa, ada yg mengganjal dipinggiran dan pojokkan mataku ini.
sesaat kemudian, mengalir, dan tanganku reflek mengusapnya begitu saja.
sejurus kemudian, aliran dari pinggir dan pojokkan mataku deras adanya...........
jari2kupun sibuk mengusapnya agar tak membanjiri bajuku, namun alirannya yg tak bisa dibendung hanya dengan 10 jari membuat deras terus mengalir, hingga bajukupun basah. aku sesenggukan sendirian diruang dan waktu itu.
"Kullunafsin dzaa iqotul maut......."
tiap2 yg bernyawa, pasti akan merasakan mati........
ya.........., ayat suci itu benar2 tersemat dihatiku....
tak ada yg pernah tahu, kapan mati itu akan menjemput, tak ada yg tahu nyawa itu akan berpisah dengan raga....
aku masih saja terdiam dlm gelap malam ini, dalam keremangan cahaya lilinku.......
mataku masih saja menerawang kegelapan didepan sana..........
ah..........., ternyata telah lama......, ya telah lama aku tak berjumpa denganmu "Ibu......."
sekeping bintang, berkerlip.........., menumbuhkan rasa dlm hatiku "Rindu........"
segumpal awan melintas diatas sang lazuardy yg biru membahana, menciptakan rasa "Kangen" dlm diri ini.
ya.........., aku merasakan sangat rindu dlm diam ini, aku merasakan sangat kangen dlm gelap dan remang ini.
Ibu.............
Tuhan telah mengambil kamu kembali padaNya...........
tak pernah sirna dlm ingatanku akan cintamu, dengan menyertaiku kemanapun dulu aku pergi.....
tak pernah pudar dipelupuk mataku ini, tat kala kau ucapkan syahadat itu..........
Ya Alloh ayat2Mu adalah benar dan tak ada keraguan lagi...........
mataku perlahan kututup, dan sesaat kemudian kubuka kembali..........
gelap itu tak begitu terasa, ya benar2 tak terasa. langit seakan memberi terangnya, menebar cahaya meski tak seterang lampu listrik ini.
aku menatap langit luar sana, terang...........
dan air mataku telah kering................., akupun mencoba menenangkan diri.
perlahan......, kakiku melangkah masuk kamar, lilinpun kumatikan.
hitam pekat kembali menutup mata.
dan mata kupejamkan perlahan. kubuka kembali, tak gelap........, aku sudah bisa melihat sekitar meski hanya remang2 tapi bagiku itu sudah jelas......
ah........., malam semakin larut. aku mulai pejamkan benar2 mata ini, meski pikiranku sungguh tak ingin diam....
tapi pelan dan perlahan, tubuhku mulai menggelayang.........., pikiranku ringan entah kemana.
duniakupun mulai berganti........
mataku terpejam, pikiranku melayang menuju dunia lain, yg masih samar, membawa ingatan2ku tadi, membawa serta rasa dihatiku...
matakupun terpejam, membenamkan segala gundah ini, menerbangkan asa2 ini bersama angin malam.
aku selalu mencintaimu.........dlm bentuk apapun.
aku selamanya menyayangi dirimu..............., menjadi siapapun kamu.
dan aku telah sadar serta ikhlas atas dirimu, serta takdir kita............
Ibu, aku mencintaimu selamanya.......
Tuhan sampaikanlah padanya yg tlh kembali padaMu........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar