Jumat, 10 Februari 2012

hatiku dan ayat Tuhan yg kau ucapkan...

aku terdiam............, hanyut dlm keheningan waktuku. ayat demi ayatpun terlantun dg indah dan syahdu serta merdu....., mengisi keheningan nuansa hidup ini, menghiasi kesunyian hidupku ini.
tiba disuatu ayat......, aku benar2 diam. mataku menatap kosong jauh entah kemana. pelan, pikiranku menuju suatu waktu...., ayat ini seakan membuatku menjadi manusia yg mencari kehakikian hidup....
"Kullunafsin dzaaiqotul mauut......".tiap2 yg bernyawa, pasti akan merasakan mati.
ya Alloh begitu lekatnya ayat itu.
kini, aku benar2 lengang. aku teringat, saat itu......
aku diam, menatap kosong satu sisi dari bumi ini....., mencoba mencari satu kekosongan itu.
"Ya....., aku sekarang paham......",ucap seorang diantara keheningan pikiranku.
"Paham apa ?",jawabku.
"Kullunafsin dzaaiqotul mauut...",jawabnya kemudian dg tersenyum simpul.
ah........., aku semakin tak mengerti apa yg dikatakannya. namun, setelah ia katakan arti dari ayat itu, aku mulai menatap hijaunya pepohonan yg jauh disarah sana.
tiap2 yg bernyawa pasti akan merasakan mati. ya.........tiap2 yg hidup pasti akan mati. semua akan kembali kepada Sang Pencipta.
Subhanalloh..........., dia ucapkan itu berkali-kali. dan tentu aku tak menyangka dia bisa sesadar itu, dengan menyertakan ayat2 Tuhan.....
aku tak mengira, dia yg terlihat begitu rapuh.........., kini justru lebih, lebih dan lebih tegar dari aku. dia yg telihat lemah dg tangisnya yg tiada henti saat kehilangan dulu, kini menjelma menjadi sosok yg kuat, yg berjiwa kokoh melebihi karang yg tak bergeming dihantam ombak tiap saat. siapakah dia kini..........?
kekagumanku yg berjibun, kini tiada henti dlm hatiku pada sosoknya.
ayat yg dia ucapkan itu............, membuatku pelan, dan perlahan sadar, menyadari kehidupan yg tak abadi ini.
kekesalanku terhadap kehidupan inipun, perlahan hilang, seperti debu diterbangkan angin.
kesedihanku dlm putaran waktu ini, pelan2 lenyap, dan berubah menjadi pengertian.
kerinduanku pada sesuatu yg tlh tiada dibumi inipun, lalu mencair dan tergantikan oleh kesadaran pada kenyataan saat ini.
dan rasa cinta ini, menjadi semakin tak tergantikan dan tak tergeserkan oleh rasa kebencian yg dulu pernah ada karena rasa ketidak adilan pada alam.
Allohuakbar.........., dia telah mengucapkan ayat yg benar2 membuatku tersadar dari belenggu kehilangan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar